Lewati ke konten
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim

Menghidupkan Tradisi Pengobatan Rasulullah: Santri Kelas VIII Ibnu Sina SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Dalami Teknik Bekam

Rabu, 26 Agustus 2026 · 10.38 WIB Lembaga Pendidikan & Pengkaderan 5 menit baca 13×
Menghidupkan Tradisi Pengobatan Rasulullah: Santri Kelas VIII Ibnu Sina SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Dalami Teknik Bekam

SIJUNJUNG, Suasana di lantai dua gedung SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung pada Rabu pagi, 26 Agustus 2026, tampak berbeda dari biasanya. Jika pada jam-jam sebelumnya koridor sekolah dipenuhi dengan diskusi mengenai rumus matematika atau tata bahasa, kali ini aroma minyak zaitun dan peralatan medis steril mulai tercium dari ruang kelas VIII Ibnu Sina. Hari ini, para santri tidak sedang berhadapan dengan buku teks konvensional, melainkan sedang memasuki sesi praktikum yang sangat dinantikan dalam mata pelajaran Thibbun Nabawi, yaitu praktik bekam (hijamah).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum unggulan yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada santri mengenai pengobatan ala Nabi. Di bawah bimbingan langsung Ustadzah Novi, selaku ustadzah pengampu mata pelajaran Thibbun Nabawi, para santri kelas VIII Ibnu Sina diajak untuk memahami bahwa kesehatan adalah amanah yang harus dijaga melalui cara-cara yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.

Pemilihan nama kelas "Ibnu Sina" untuk jenjang kelas VIII ini seolah menemukan ruhnya pada kegiatan hari ini. Ibnu Sina, yang dikenal di dunia Barat sebagai Avicenna, adalah tokoh besar kedokteran Islam yang karyanya menjadi rujukan dunia selama berabad-abad. Dengan semangat mewarisi kecerdasan sang tokoh, para santri SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung ini belajar bahwa pengobatan Islam memiliki landasan ilmiah dan spiritual yang sangat kuat.

Ustadzah Novi memulai sesi praktikum dengan memberikan penguatan teori terlebih dahulu. Beliau menjelaskan mengenai titik-titik krusial dalam pembekaman, manfaat bekam untuk sirkulasi darah, hingga pentingnya menjaga sterilitas alat. Narasi yang dibangun oleh Ustadzah Novi menekankan bahwa bekam bukan sekadar mengeluarkan darah kotor, melainkan sebuah proses detoksifikasi tubuh yang harus dilakukan dengan ilmu dan ketelitian tinggi.

"Bekam adalah warisan pengobatan yang sangat berharga. Melalui praktik hari ini, kami ingin para santri memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk keluarga mereka kelak. Fokus utama kita adalah pada ketepatan teknik dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan," ujar Ustadzah Novi saat memberikan arahan pembuka di hadapan para santri.

Setelah pemaparan teori, suasana kelas berubah menjadi laboratorium medis darurat yang tertata rapi. Para santri dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk melakukan simulasi dan praktik langsung. Dengan mengenakan sarung tangan medis dan masker, mereka mulai menyiapkan peralatan seperti cup bekam, alat pompa vakum, hingga jarum atau lancet steril sekali pakai.

Setiap langkah diawasi secara ketat oleh Ustadzah Novi. Beliau berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain, memastikan bahwa santri menempatkan alat bekam pada titik-titik yang tepat, seperti titik al-kahil (punuk leher) atau titik-titik lain yang direkomendasikan dalam literatur Thibbun Nabawi. Para santri tampak sangat berkonsentrasi; raut wajah mereka menunjukkan perpaduan antara rasa ingin tahu yang besar dan tanggung jawab untuk melakukan prosedur dengan benar.

Praktik ini melatih banyak aspek pada diri santri, terutama ketenangan mental. Melakukan prosedur bekam menuntut tangan yang stabil dan fokus yang tidak terbagi. Hal ini selaras dengan karakter "Nashir" yang ingin dibentuk oleh sekolah—pribadi yang tanggap, terampil, dan mampu memberikan pertolongan kepada sesama dengan landasan adab yang baik.

Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung meyakini bahwa pendidikan karakter dapat masuk melalui pintu mana saja, termasuk melalui pelajaran pengobatan. Dalam sesi praktik bekam ini, nilai-nilai kejujuran, empati, dan kebersihan sangat ditekankan. Santri diajarkan untuk jujur mengenai kondisi kesehatan teman yang menjadi mitra praktiknya, berempati terhadap rasa tidak nyaman yang mungkin muncul, serta menjaga kebersihan lingkungan kelas pasca-praktik sebagaimana mereka menjaga kesucian diri.

Dukungan infrastruktur di Jalan Cendekia Muslim Sijunjung sangat menunjang kelancaran kegiatan ini. Ruang kelas yang luas dengan sirkulasi udara yang baik memastikan uap minyak zaitun dan aroma antiseptik tidak mengganggu kenyamanan. Selain itu, ketersediaan air bersih dan fasilitas pembuangan limbah medis yang sesuai standar menunjukkan bahwa sekolah ini sangat serius dalam mengelola setiap aspek pendidikannya secara profesional.

Keamanan lingkungan sekolah yang dijaga ketat oleh perangkat Nagari dan Bapak Jorong Pale juga memberikan ketenangan bagi para pendidik untuk melakukan kegiatan luar biasa seperti ini. Sijunjung, dengan udaranya yang segar, seolah menjadi latar belakang yang sempurna bagi proses pembelajaran yang mengedepankan aspek kesehatan alami dan spiritual.

Para santri kelas VIII Ibnu Sina mengaku sangat terkesan dengan pengalaman hari ini. Banyak dari mereka yang sebelumnya hanya mendengar tentang bekam dari orang tua, kini bisa mempraktikkannya sendiri di bawah pengawasan ahli. "Ternyata belajar pengobatan itu seru. Kami jadi tahu bahwa Islam sangat memperhatikan kesehatan fisik secara detail," ungkap salah satu santri putra saat sesi istirahat.

Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi tersirat dari para wali santri yang melihat putra-putri mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki wawasan luas, tidak hanya dalam urusan duniawi tetapi juga dalam menghidupkan sunnah. Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung telah berhasil membuktikan bahwa kurikulum yang berakar pada tradisi Islam tetap sangat relevan dan aplikatif di tengah tantangan zaman modern.

Dengan berakhirnya sesi praktik bekam pada Rabu, 26 Agustus 2026 ini, para santri Ibnu Sina tidak hanya membawa pulang pengetahuan teknis, tetapi juga membawa semangat untuk terus menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam beribadah dan menuntut ilmu. Sekolah Akhlak Cendekia Muslim berkomitmen untuk terus menghadirkan materi-materi praktis yang mampu membentuk santri menjadi sosok yang bermanfaat bagi umat.

Bagikan: WhatsApp Facebook

Baca juga