Lewati ke konten
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim

Simfoni Cinta Rasul: Santri Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Lantunkan Shalawat dan Kisah Kenabian dalam Peringatan Maulid

Selasa, 25 Agustus 2026 · 10.38 WIB Lembaga Pendidikan & Pengkaderan 5 menit baca 17×
Simfoni Cinta Rasul: Santri Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Lantunkan Shalawat dan Kisah Kenabian dalam Peringatan Maulid

SIJUNJUNG, Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti kawasan Jalan Cendekia Muslim, Kabupaten Sijunjung, pada Selasa pagi, 25 Agustus 2026. Ribuan suara mungil hingga remaja bersatu dalam harmoni nada yang menggetarkan jiwa, menandai puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di lingkungan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim. Alunan shalawat dan lagu-lagu bertema kisah perjuangan Rasulullah SAW menjadi instrumen utama dalam menanamkan rasa cinta yang mendalam kepada Sang Baginda di hati seluruh santri.

Kegiatan ini merupakan agenda besar yang dirancang secara kolaboratif oleh seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Seluruh santri, mulai dari jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), berkumpul dengan tertib di aula terbuka dan lapangan utama sekolah yang telah ditata apik dengan nuansa religius yang kental.

Acara dibuka dengan penampilan kolosal seluruh santri yang menyanyikan lagu "Kisah Sang Rasul" secara serempak. Suasana di kompleks pendidikan Sijunjung ini seketika berubah menjadi sebuah ruang refleksi sejarah yang sangat menyentuh. Melalui lirik lagu yang menceritakan silsilah keluarga Nabi, mulai dari sang ayah Abdullah, ibunda Aminah, hingga kakek Abdul Muthalib, para santri diajak untuk mengenal lebih dekat sosok teladan mereka melalui media musik yang mudah diingat.

Metode pengenalan Sirah Nabawiyah melalui lagu ini dianggap sebagai strategi pedagogis yang sangat efektif untuk anak usia dini dan remaja. Narasi yang dibangun dalam setiap bait lagu membantu santri memvisualisasikan perjuangan Nabi sejak lahir hingga diangkat menjadi utusan Allah. Getaran suara santri saat melantunkan bagian lirik tentang kelahiran Nabi di tahun gajah membawa atmosfer spiritual yang mendalam, membuat setiap hadirin seolah merasakan kembali momen bersejarah tersebut.

Para pendidik di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim memandang bahwa seni suara Islami adalah jembatan emosional yang kuat. Dengan menyanyi, santri tidak hanya menghafal fakta sejarah, tetapi juga merasakan kelembutan dan keagungan karakter Rasulullah SAW. Hal ini selaras dengan identitas sekolah yang mengedepankan "Akhlak" sebagai pilar utama dalam setiap proses pendidikan.

Setelah larut dalam narasi kisah kelahiran Nabi, suasana berubah menjadi lebih heroik dan penuh semangat saat seluruh santri melantunkan "Shalawat Badar". Shalawat yang sarat akan nilai perjuangan dan permohonan perlindungan kepada Allah ini dikumandangkan dengan iringan perkusi sederhana yang dimainkan oleh santri SMP.

Lantunan “Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah” menggema di seluruh sudut sekolah, menembus batas-area Jalan Cendekia Muslim hingga terdengar ke pemukiman warga sekitar. Penggunaan Shalawat Badar dalam peringatan Maulid ini bertujuan untuk mengingatkan santri bahwa mencintai Rasulullah juga berarti memiliki keberanian untuk membela kebenaran dan kesiapan untuk berjuang demi kebaikan masyarakat Sijunjung dan bangsa Indonesia.

Kekompakan yang ditunjukkan oleh santri lintas jenjang ini menjadi pemandangan yang sangat inspiratif. Santri SMP terlihat membimbing adik-adik mereka di jenjang KB dan TK dalam mengikuti ritme shalawat. Pemandangan ini menciptakan ikatan ukhuwah yang sangat kuat, di mana nilai-nilai keteladanan ditularkan secara langsung melalui interaksi sosial yang sehat di bawah bimbingan para ustadz dan ustadzah.

Sebagai penutup rangkaian persembahan lagu, seluruh warga sekolah menyanyikan "Lagu Yayasan" atau Mars Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Lagu ini merupakan representasi dari visi dan misi besar institusi dalam mencetak generasi yang cerdas pikirannya dan mulia akhlaknya. Melalui lagu ini, santri diingatkan kembali akan jati diri mereka sebagai "Nashir" atau penolong agama yang harus selalu berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah.

Narasi dalam lagu yayasan tersebut menekankan pada pentingnya adab di atas ilmu, sebuah prinsip yang terus diperjuangkan oleh Sekolah Akhlak Cendekia Muslim di Sijunjung. Dengan menyanyikan lagu ini di momen Maulid Nabi, tercipta sebuah benang merah yang kuat antara keteladanan Nabi dengan cita-cita pendidikan yang sedang dijalani oleh para santri. Mereka diajak untuk memahami bahwa setiap langkah belajar mereka di sekolah adalah bagian dari mengikuti sunnah Nabi dalam menuntut ilmu.

Dukungan fasilitas sekolah yang memadai, seperti aula terbuka yang asri dan sistem suara yang jernih, memastikan setiap bait lagu yang dikumandangkan dapat dinikmati dengan kualitas terbaik. Sijunjung, dengan udaranya yang segar, memberikan ruang bagi suara-suara santri untuk melambung tinggi, membawa doa dan harapan bagi kemajuan peradaban Islam di masa depan.

Pihak manajemen sekolah memastikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada aspek seremonial saja. Setelah rangkaian lagu selesai, para ustadz dan ustadzah di setiap unit memberikan ulasan singkat mengenai makna dari lirik-lirik yang telah dinyanyikan. Proses dekonstruksi makna ini sangat penting agar santri memahami substansi dari setiap shalawat dan lagu yang mereka lantunkan.

Di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dilakukan diskusi yang lebih mendalam mengenai bagaimana mengimplementasikan sifat jujur dan amanah Nabi di tengah gempuran dunia digital. Sementara di jenjang dasar dan usia dini, ulasan difokuskan pada kelembutan hati Nabi dan bagaimana santri harus bersikap santun kepada orang tua serta teman sejawat.

Keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung terjaga dengan sangat baik berkat koordinasi antara pihak sekolah dengan perangkat Nagari dan Bapak Jorong Pale. Masyarakat Sijunjung secara luas memberikan apresiasi yang positif atas kegiatan ini, melihatnya sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai religius yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda saat ini.

Peringatan Maulid Nabi pada Selasa, 25 Agustus 2026 ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu ustadz senior. Harapan besar digantungkan agar setiap santri yang hari ini melantunkan shalawat, kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang membawa sifat-sifat kenabian dalam setiap kebijakan dan tindakannya.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berkomitmen untuk terus menjadikan peringatan hari besar Islam sebagai momentum penguatan karakter santri. Melalui perpaduan antara seni, sejarah, dan nilai spiritual, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung optimis dapat melahirkan generasi emas yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga memiliki cinta yang tak tergoyahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Lantunan shalawat yang berakhir siang itu menyisakan ketenangan di hati setiap orang yang hadir. Jalan Cendekia Muslim sekali lagi menjadi saksi bisu betapa indahnya pendidikan yang dibangun dengan cinta kepada Rasulullah, sebuah investasi peradaban yang akan terus berbuah kebaikan bagi Kabupaten Sijunjung dan dunia.

Bagikan: WhatsApp Facebook

Baca juga