Lewati ke konten
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim
Pengumuman Pengumuman

Menempa Nashir Tangguh di Alam Bebas: BPBD Sijunjung Bekali Pendidik Cendekia Muslim Teknik Survival dalam Daurah Asasiyah

Minggu, 09 Agustus 2026 · 15.34 WIB Lembaga Pendidikan & Pengkaderan 4 menit baca 18×
Menempa Nashir Tangguh di Alam Bebas: BPBD Sijunjung Bekali Pendidik Cendekia Muslim Teknik Survival dalam Daurah Asasiyah

SIJUNJUNG, Memasuki hari kedua pelaksanaan Daurah Asasiyah Li Al-Murabbi (Nashir) pada Minggu, 9 Agustus 2026, semangat para pejuang pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Sijunjung semakin berkobar. Setelah sebelumnya dibekali dengan kedisiplinan fisik dan kesiapsiagaan medis, agenda siang ini menghadirkan sesi yang sangat menantang dan penuh adrenalin: teknik bertahan hidup di alam bebas atau Survive in Nature.

Kegiatan yang berlangsung di area terbuka kompleks pendidikan Akhlak Cendekia Muslim ini menghadirkan pakar kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung. Hadir langsung sebagai pemateri utama adalah Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sijunjung, Bapak Feby, beserta tim taktisnya. Sesi ini diikuti oleh seluruh jajaran guru dari unit KB, TK, SD, hingga SMP, serta staf sekretariat dan LP2 yang kini tengah ditempa menjadi sosok "Nashir" (penolong/penggerak) yang tangguh dan mandiri.

Dalam paparannya yang sangat praktis dan interaktif, Pak Feby menekankan bahwa survival bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan soal ketenangan mental dan kecerdasan dalam memanfaatkan sumber daya alam yang terbatas. Mengingat geografis Kabupaten Sijunjung yang kaya akan hutan dan perbukitan, keterampilan ini dinilai sangat relevan bagi para pendidik yang sering melakukan aktivitas luar ruang bersama santri.

Bapak Feby memperkenalkan konsep "STOP" (Sit, Think, Observe, Plan) sebagai langkah pertama saat seseorang tersesat atau mengalami kondisi darurat di alam.

 

"Hal pertama yang membunuh seseorang di alam liar bukanlah rasa lapar, melainkan kepanikan. Sebagai seorang Nashir dan Murabbi, kalian harus mampu menguasai diri sebelum menguasai keadaan. Di BPBD, kami mengajarkan bahwa alam adalah kawan jika kita memahaminya, namun bisa menjadi lawan jika kita ceroboh," tegas Pak Feby di hadapan para peserta.

 

Tim BPBD Sijunjung juga mendemonstrasikan teknik-teknik dasar bertahan hidup, seperti cara mencari sumber air yang layak konsumsi di hutan, teknik membuat api tanpa korek api (menggunakan gesekan kayu atau batu), hingga cara membangun bivak (tempat berlindung sementara) menggunakan bahan-bahan alami seperti daun-daunan dan ranting pohon.

Para guru dan pegawai tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi langsung diterjunkan dalam simulasi kelompok. Mereka ditantang untuk mengidentifikasi tanaman liar yang dapat dimakan (edible plants) dan tanaman yang beracun. Bapak Feby dan tim BPBD dengan teliti mendampingi setiap kelompok, memberikan koreksi pada teknik tali-temali untuk tenda darurat, serta mengajarkan cara memberikan tanda atau sinyal darurat (signal for help) yang efektif.

Antusiasme luar biasa tampak dari para guru SMP dan SD saat mereka mencoba teknik navigasi darat menggunakan kompas maupun tanda-tanda alam seperti posisi matahari dan lumut pada pohon. Bagi mereka, ilmu yang dibagikan oleh BPBD Sijunjung ini adalah bekal berharga untuk kegiatan ekstrakurikuler kepanduan dan outbound santri di masa depan.

Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim menyatakan bahwa kehadiran BPBD Sijunjung dalam Daurah ini adalah bagian dari visi membangun pendidik yang "Multitalenta".

"Kami ingin Nashir kami di Sijunjung siap dalam segala medan. Seorang pendidik harus tangguh secara spiritual dan tangkas secara fisik. Materi survival dari Pak Feby ini memperkuat jati diri kita sebagai pejuang yang tidak mudah menyerah pada keadaan," ungkap Ketua Yayasan.

Pelaksanaan Daurah hari kedua pada hari Minggu ini menunjukkan komitmen tinggi dari seluruh staf Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Di saat masyarakat umum menikmati waktu libur akhir pekan di Ranah Lansek Manih, para Nashir justru berkumpul di Jalan Cendekia Muslim untuk menimba ilmu kebencanaan dan ketangkasan.

Meskipun demikian, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim tetap menjalankan manajemen yang humanis dan sangat memperhatikan keseimbangan tumbuh kembang santri. Pihak yayasan menyadari bahwa setiap jenjang usia memiliki kebutuhan yang berbeda.

Dalam sistem manajemen yayasan yang berlaku di Sijunjung, terdapat kebijakan khusus mengenai jadwal istirahat. Seluruh santri jenjang Kelompok Bermain (KB) Akhlak Cendekia Muslim diberikan jadwal libur pada setiap hari Sabtu. Kebijakan ini merupakan bentuk perhatian yayasan terhadap aspek psikologis anak usia dini (2-4 tahun) agar mereka tidak mengalami kelelahan fisik dan tetap memiliki waktu berkualitas bersama orang tua.

Dengan memberikan libur Sabtu bagi santri KB, stamina dan keceriaan mereka tetap terjaga saat memulai pekan di hari Senin. Sementara itu, bagi para guru dan pegawai, hari Sabtu dan Minggu dioptimalkan sebagai waktu untuk pengembangan diri yang intensif (Nashir Development). Harmonisasi antara produktivitas guru di akhir pekan dan hak istirahat santri KB di hari Sabtu inilah yang membuat ekosistem pendidikan di Cendekia Muslim Sijunjung tetap sehat dan dinamis.

Sesi bersama BPBD Sijunjung ini diakhiri dengan simulasi evakuasi mandiri dan doa bersama. Pak Feby mengapresiasi semangat para guru yang tidak canggung untuk kotor dan berkeringat demi menguasai teknik survival.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap, melalui kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Sijunjung, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim dapat melahirkan pendidik yang memiliki jiwa patriotisme dan kesiapsiagaan tinggi. Dengan berakhirnya materi dari Pak Feby, rangkaian Daurah Asasiyah Li Al-Murabbi ini telah berhasil memadukan unsur spiritual, medis, dan ketangkasan alam, menjadikannya modal kuat bagi para Nashir untuk membimbing generasi emas Sijunjung di masa depan.

Bagikan: WhatsApp Facebook

Baca juga