Jumat Penuh Makna, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Menanamkan Kebiasaan Baik dan Semangat Keislaman kepada Santri
Sijunjung, Jumat, 14 Agustus 2026, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim melaksanakan berbagai kegiatan dan pembiasaan Jumat yang diikuti oleh santri sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan suasana pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan santri.
Kegiatan Jumat menjadi ruang bagi santri untuk menguatkan nilai-nilai keislaman melalui berbagai pembiasaan yang telah diterapkan di sekolah. Santri diarahkan untuk memulai kegiatan dengan sikap tertib, menjaga adab, menghormati ustadz dan ustadzah, serta mengikuti setiap kegiatan dengan penuh kesungguhan. Dengan demikian, Jumat di sekolah tetap menjadi hari yang produktif, tetapi dikemas dengan suasana yang lebih menekankan pada pembentukan karakter, kebersamaan, dan penguatan nilai-nilai positif.
Selain kegiatan yang bersifat keagamaan, proses pembelajaran tetap berlangsung sesuai dengan jadwal masing-masing. Santri tetap mendapatkan materi pembelajaran dan pendampingan dari para ustadz dan ustadzah. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berusaha membangun pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menghitung, menghafal, atau memahami materi pelajaran, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana seorang santri membangun kebiasaan baik, menjaga sikap, menghormati orang lain, dan mampu mengamalkan nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Jumat melibatkan santri dari jenjang KB, TK, SD, dan SMP Akhlak Cendekia Muslim sesuai dengan program dan kegiatan pada masing-masing satuan pendidikan. Para ustadz dan ustadzah turut mendampingi santri sejak awal hingga kegiatan selesai. Peran ustadz dan ustadzah tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan teladan. Dalam setiap kegiatan, mereka berusaha memberikan contoh bagaimana bersikap disiplin, santun, bertanggung jawab, serta menjaga adab dalam berinteraksi dengan orang lain.
Kepala sekolah dan seluruh tenaga kependidikan juga turut mendukung terlaksananya kegiatan sehingga suasana sekolah tetap tertib dan kondusif. Seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Yayasan terus mendorong seluruh satuan pendidikan untuk menghadirkan pembelajaran yang menyeluruh, yaitu pendidikan yang mengembangkan kecerdasan sekaligus membentuk akhlak dan karakter santri.
Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebagai bagian dari kegiatan rutin Tahun Ajaran 2026/2027. Sejak pagi hingga kegiatan pembelajaran berlangsung, para santri mengikuti agenda sekolah sesuai dengan jadwal masing-masing. Momentum Jumat dimanfaatkan untuk memperkuat pembiasaan yang telah diterapkan secara rutin sehingga nilai-nilai positif tersebut tidak hanya muncul pada saat kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan santri.
Hari Jumat juga menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk kembali mengingatkan santri mengenai pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT, menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, serta menjaga lingkungan. Pesan-pesan tersebut diberikan secara bertahap sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman santri. Sementara itu, santri KB Akhlak Cendekia Muslim memiliki hari libur pada hari Sabtu, sehingga kegiatan pembelajaran dan pembiasaan pada Jumat tetap berlangsung sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan.
Seluruh rangkaian kegiatan Jumat dilaksanakan di lingkungan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Kabupaten Sijunjung, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Berbagai area sekolah dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pendidikan. Ruang kelas menjadi tempat berlangsungnya pembelajaran, sementara halaman dan lingkungan sekolah menjadi ruang bagi santri untuk melakukan berbagai kegiatan pembiasaan.
Lingkungan sekolah sendiri menjadi bagian penting dalam membangun karakter. Santri tidak hanya belajar dari materi yang disampaikan guru, tetapi juga belajar dari suasana, kebiasaan, interaksi, serta berbagai aktivitas yang mereka lakukan setiap hari. Karena itu, sekolah terus berusaha menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, nyaman, dan mendukung tumbuhnya budaya positif bagi seluruh santri.
Berbagai kegiatan Jumat dilaksanakan untuk membangun kebiasaan positif dan memperkuat karakter Islami santri sejak dini. Sekolah menyadari bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan hanya melalui teori, tetapi membutuhkan pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus. Melalui kegiatan Jumat, santri mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, kepedulian, adab, serta nilai-nilai keislaman dalam suasana yang lebih dekat dan menyenangkan.
Kebiasaan tersebut diharapkan dapat terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam membangun pendidikan yang tidak hanya menghasilkan santri berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Ilmu yang diperoleh di sekolah diharapkan mampu membentuk perilaku dan memberikan manfaat dalam kehidupan nyata.
Pendidikan karakter juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan santri menghadapi masa depan. Santri yang memiliki kemampuan akademik perlu dibarengi dengan kemampuan mengendalikan diri, menghargai orang lain, bertanggung jawab, serta mampu mengambil keputusan yang baik. Oleh karena itu, pembiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari memiliki nilai penting dalam proses pendidikan jangka panjang.
Kegiatan Jumat dimulai sejak pagi ketika santri datang ke sekolah dan disambut oleh para ustadz dan ustadzah. Santri diarahkan untuk mempersiapkan diri, menjaga kerapian, serta mengikuti kegiatan pembuka sesuai dengan jenjang masing-masing. Selanjutnya, santri mengikuti berbagai pembiasaan dan kegiatan yang telah dipersiapkan oleh sekolah.
Para pendidik memberikan arahan sekaligus penguatan mengenai pentingnya menjaga adab, disiplin, kebersihan, dan sikap saling menghormati. Setelah kegiatan pembiasaan, proses pembelajaran tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Ustadz dan ustadzah menyampaikan materi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik santri. Dalam proses tersebut, nilai-nilai akhlak tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Santri juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi, bekerja sama, bertanya, dan menyampaikan pendapat. Melalui aktivitas tersebut, mereka belajar bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung ketika guru menjelaskan materi, tetapi juga ketika mereka berinteraksi dan mempraktikkan nilai-nilai yang telah dipelajari. Seluruh kegiatan berlangsung dengan pendampingan ustadz dan ustadzah sehingga santri dapat mengikuti agenda dengan tertib dan nyaman.
Di akhir kegiatan, para pendidik memberikan penguatan agar santri membawa kebiasaan baik yang telah dilakukan di sekolah ke lingkungan rumah masing-masing.