Lewati ke konten
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim

Sentuhan Alam dalam Kreativitas: Santri TK B Al-Quds Cendekia Muslim Sijunjung Sulap Daun Singkong Menjadi Karya Seni Kupu-Kupu yang Memikat

Jumat, 07 Agustus 2026 · 11.07 WIB Lembaga Pendidikan & Pengkaderan 4 menit baca 16×
Sentuhan Alam dalam Kreativitas: Santri TK B Al-Quds Cendekia Muslim Sijunjung Sulap Daun Singkong Menjadi Karya Seni Kupu-Kupu yang Memikat

SIJUNJUNG, Jumat pagi yang cerah menyelimuti Ranah Lansek Manih pada 7 Agustus 2026. Di tengah udara segar Kabupaten Sijunjung, suasana di dalam kelas TK B Al-Quds, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, tampak begitu hidup dan penuh warna. Hari ini, para santri cilik tidak hanya belajar mengenal huruf atau angka, melainkan sedang terlibat dalam sebuah petualangan kreatif yang memadukan unsur seni dengan kekayaan alam lokal: membuat gambar kupu-kupu menggunakan media daun singkong

Kegiatan pembelajaran ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum Joyful Learning (pembelajaran menyenangkan) yang diusung oleh Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Dengan memanfaatkan bahan alam yang sangat mudah ditemukan di lingkungan Sijunjung, para santri diajak untuk mengeksplorasi imajinasi mereka sekaligus melatih kemampuan motorik halus melalui aktivitas menempel dan menyusun pola.

Sejak pukul 08.30 WIB, ustadzah pendamping di kelas TK B Al-Quds telah menyiapkan lembaran kertas yang memuat sketsa sederhana tubuh kupu-kupu. Di atas meja masing-masing santri, telah tersedia tumpukan daun singkong segar yang hijau dan lentur. Tugas para santri adalah memetik helai demi helai daun tersebut, kemudian menempelkannya dengan rapi sebagai pengganti sayap kupu-kupu yang indah.

Secara pedagogis, aktivitas ini memiliki manfaat yang sangat mendalam bagi pertumbuhan anak usia dini. Ustadzah pendamping menjelaskan bahwa gerakan menjumput daun, memberikan lem, dan memposisikan daun sesuai garis pola sangat efektif untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

"Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya duduk diam mendengarkan. Dengan media daun singkong ini, anak-anak belajar tentang tekstur, bentuk, dan warna secara langsung. Mereka belajar bahwa keindahan bisa diciptakan dari benda-benda sederhana yang ada di sekitar rumah kita di Sijunjung ini," ujar ustadzah pengampu kelas Al-Quds tersebut.

Keceriaan terpancar jelas dari wajah para santri saat melihat helai daun singkong yang tadinya biasa saja, perlahan berubah menjadi sayap kupu-kupu yang tampak hidup di atas kertas mereka. Gelak tawa dan diskusi kecil antar santri mengenai bentuk sayap kupu-kupu mereka menambah hangat suasana kelas yang didesain ramah anak tersebut.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim sebagai payung institusi terus berkomitmen untuk menghadirkan standar pendidikan yang berkualitas namun tetap berpijak pada kearifan lokal. Pihak yayasan menyadari bahwa di Kabupaten Sijunjung, alam adalah guru terbaik. Oleh karena itu, penggunaan media alami seperti daun singkong dalam pembelajaran seni adalah bentuk nyata dari pengenalan santri terhadap lingkungan ciptaan Allah SWT.

Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam keterangannya menyampaikan bahwa setiap aktivitas di Akhlak Cendekia Muslim selalu disisipi dengan nilai-nilai ketauhidan.

"Melalui pembuatan gambar kupu-kupu ini, para ustadzah juga menyelipkan cerita tentang proses metamorfosis sebagai tanda kebesaran Sang Pencipta. Kami ingin santri kami di Sijunjung ini tidak hanya cerdas secara kreatif, tetapi juga memiliki rasa kagum dan cinta yang mendalam terhadap alam semesta. Inilah esensi dari pendidikan karakter yang kami bangun," tegas Ketua Yayasan.

Dukungan fasilitas yang memadai di kompleks Jalan Cendekia Muslim, mulai dari ruang kelas yang sirkulasi udaranya baik hingga taman sekolah yang asri, sangat mendukung kelancaran kegiatan eksploratif seperti ini. Sinergi antara pihak yayasan, perangkat Nagari, dan masyarakat Sijunjung telah menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi tumbuh kembang santri secara holistik.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026 ini juga menjadi penutup pekan yang manis bagi seluruh warga sekolah. Di lingkungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, hari Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan keceriaan. Selain kegiatan seni di kelas TK B Al-Quds, hari ini juga diisi dengan pembiasaan adab-adab Jumat bagi seluruh santri.

Namun, ada hal unik yang menjadi ciri khas manajemen manajemen yayasan dalam menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat bagi santri. Meskipun santri TK B Al-Quds dan jenjang lainnya masih akan melakukan beberapa evaluasi ringan, para santri di jenjang yang paling muda, yaitu Kelompok Bermain (KB) Akhlak Cendekia Muslim, sudah bersiap-siap untuk menikmati masa libur mereka.

Sesuai dengan kebijakan strategis Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, santri jenjang KB diberikan jadwal libur pada setiap hari Sabtu. Kebijakan ini merupakan bentuk perhatian yayasan terhadap kebutuhan psikologis anak usia dini (2-4 tahun) yang masih sangat membutuhkan waktu berkualitas (bonding time) bersama orang tua di rumah setelah beraktivitas selama lima hari di sekolah.

"Dengan memberikan libur Sabtu bagi santri KB, kami ingin memastikan mereka tidak mengalami kejenuhan. Stamina dan kebahagiaan mereka adalah prioritas. Sehingga, saat mereka kembali ke sekolah di hari Senin, energi mereka sudah penuh kembali untuk belajar hal-hal baru, seperti halnya kakak-kakak mereka di TK B Al-Quds hari ini," tambah perwakilan manajemen yayasan.

Kegiatan membuat gambar kupu-kupu dari daun singkong ini diakhiri dengan sesi pameran karya kecil di depan kelas. Para santri TK B Al-Quds dengan bangga menunjukkan hasil karya mereka masing-masing. Karya-karya ini nantinya akan dipajang di dinding kelas sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha dan kreativitas mereka.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap, melalui langkah-langkah kecil namun penuh makna seperti pembelajaran hari ini, akan lahir generasi cendekia dari Sijunjung yang memiliki imajinasi tinggi, tangan yang terampil, dan hati yang senantiasa terpaut pada keindahan ciptaan Tuhan. Setiap helai daun singkong yang ditempel hari ini adalah simbol dari benih-benih kebaikan yang sedang ditanamkan untuk masa depan peradaban yang lebih berakhlak.

Bagikan: WhatsApp Facebook

Baca juga